Lima Gejala Kekurangan Zat Protein
Lima Gejala Kekurangan Zat Protein
Baca juga info : kursus bahasa
inggris
Protein sangat penting bagi pertumbuhan dan perbaikan dalam tubuh
manusia. Protein yang dikonsumsi ditentukan oleh ukuran masing-masing
individu, tergantung pada seberapa besar dan usia.
Asupan gizi yang disarankan di Inggris untuk protein adalah 0,75 gram
per kilogram berat badan per hari, atau 56 gram per hari untuk
rata-rata pria. Konsumsi untuk wanita rata-rata 45 gram per hari.
Protein
dapat bersumber dari produk hewani seperti daging, telur ikan, dan
susu. Zat ini juga bisa berasal dari tanaman, yakni kacang dan sereal.
Tapi pernahkah memikirkan ketika tubuh kekurangan protein. Dikutip dari Express, inilah gejala tubuh kekurangan protein.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris
Rambut rontok
Kekurangan
protein sering meninggalkan bekas pada kulit, rambut, dan kuku yang
sebagian besar terbuat dari protein, kata Atli Arnatson, PhD di bidang
nutrisi dari University of Iceland.
Penipisan dan warna
rambut memudar, kuku rapuh, serta kulit terkelupas bisa menjadi gejala
kekurangan protein. Namun, Arnatson juga mengungkapkan gejala ini hanya
terlihat pada orang yang kekurangan protein dengan tingkat berat.
Penyakit hati berlemak
Gejala umum defisiensi protein adalah
hati berlemak. Kondisi tersebut menyebabkan peradangan, jaringan parut
hati, dan kemungkinan gagal hati pada penderita. Penyakit hati berlemak
dapat terjadi pada kasus-kasus kegemukan atau peminum berat.
Baca juga info : kursus
bahasa inggris di al azhar pare
Hilangnya massa otot
Arnatson
mengungkapkan ketika protein dalam pasokan rendah di tubuh, maka tubuh
cenderung mengambil dari otot rangka untuk mempertahankan jaringan dan
fungsi tubuh yang lebih penting. "Akibatnya, kekurangan protein
menyebabkan otor mengendur seiring waktunya," tulis Arnatson.
Infeksi parah
Kekurangan
protein dapat merusak sistem kekebalan tubuh, membuat infeksi lebih
berbahaya. Karena tubuh tidak mampu memerangi infeksi.
Hubungan
ini telah dibuktikan oleh berbagai penelitian. Salah satunya penelitian
yang diterbitkan dalam Journal of Infectious Diseases. Jurnal
menceritakan tikus yang diberi diet rendah protein mengalami gejala
influenza lebih berat.
Baca juga info : info
kursus bahasa inggris mudah
Nafsu makan lebih besar
Perlu
makan lebih banyak, lebih teratur, juga bisa menjadi pertanda kekurangan
protein. "Ketika asupan protein tidak mencukupi, tubuh berusaha
mengembalikan status protein dengan meningkatkan nafsu makan, mendorong
tubuh menemukan sesuatu untuk dimakan," kata Arnatson.

Comments
Post a Comment